Sepasang suami istri harus bisa saling menjaga hubungan agar tetap
harmonis dan bertahan hingga maut yang memisahkan. Suami adalah kepala
rumah tangga yang memiliki kewajiban terhadap istri maupun anak-anaknya.
Sebagai seorang suami, ia harus bisa memberikan tempat yang aman,
ketenangan dan sebagai tempat mengadu masalah, bermanja-manja dan juga
keperluan emosi yang lain.
Sebuah riwayat menjelaskan bahwa dunia adalah kesenangan dan sebaik-baik
kesenangan adalah perempuan solehah. Kisah suami yang begitu setia
kepada istrinya dapat menjadi pelajaran bagi kita agar tetap menjaga
keharmonisan keluarga.
Berikut ini adalah cerita Islami romantis suami istri.
Pernikahan ini sudah berjalan 4 tahun tapi mereka belum dikarunia anak.
Hal ini membuat para tetangga berbisik-bisik, mengapa mereka belum
memiliki anak.
Akhirnya, suami istri itu pergi ke satu dokter untuk melakukan
pemeriksaan dan berkonsultasi. Hasil pemeriksaan itu mengatakan bahwa
sang istri mengalami kemandulan, sedangkan sang suami tidak ada masalah
apa-apa. Mengetahui hal ini, sang suami pun mengucapkan inna lillahi wa
inaa ilaihi raji’un kemudian disambung dengan Alhamdulillah. Namun, sang
suami meminta pada dokter agar mengatakan jika yang mengalami masalah
adalah sang suami. Benar saja, dokter itu menolak permintaan sang suami.
Karena si suami terus mendesak hingga akhirnya dokter tersebut
menyetujuinya. Dokter pun menyampaikan apa yang diminta oleh suami. Ia
mengatakan jika sang suami mandul dan istrinya tidak ada masalah.
Selama cobaan ini, para tetangga pun tahu dan memperbincangkan
kemandulan sang suami. Mereka mengatakan bahwa betapa baiknya sang istri
karena sudah 9 tahun mempertahankan suami yang mandul. Hal ini membuat
sang istri marah dan mengatakan pada sang suami bahwa sudah
bertahun-tahun ia tahan semua omongan orang dan saat ini ia sudah tidak
tahan. Ia meminta cerai pada suaminya, tapi sang suami terus menasihati
agar istrinya tetap tenang. Akhirnya, sang istri memutuskan untuk
bertahan satu tahun lagi.
Selama kurang dari satu tahun ini, sang istri jatuh sakit karena adanya
tekanan psikologis begitu tinggi. Sang istri mengidap sakit ginjal dan
beberapa hari kemudian, ia harus menjalani operasi ginjal tapi masih
menunggu donatur ginjal untuknya. Saat menemani sang istri, tiba-tiba
suaminya mengatakan jika ada pekerjaan di luar negeri. Hal ini membuat
sang istri marah dan merasa jika suaminya bukanlah orang baik karena
meninggalkan istrinya menjalani operasi sendiri. Ternyata, alasan
suaminya ini agar sang suami bisa memberikan satu ginjalnya untuk sang
istri. Namun, suami ini meminta agar dokter dan perawatnya untuk tidak
memberitahu sang istri.
Setelah sembuh dari penyakit ini, akhirnya sang istri dapat hamil atas
anugerah Allah. Sembilan bulan kemudian, lahirlah seorang anak yang
semakin melengkapi kehidupannya sebagai seorang wanita. Suatu ketika,
sang suami sedang bekerja dan lupa membawa buku harian yang terus
dibawanya setiap hari. Akhirnya, sang istri pun melihat dan membuka buku
harian tersebut. Setelah mengetahui hal tersebut, sang istri pun
menangis sejadi-jadinya. Ia pun langsung menghubungi sang suami dan
memohon maaf dan terus meminta maaf. Bahkan, dalam beberapa hari
kemudian, ia tidak mampu memandang mata suaminya karena merasa malu dan
bersalah. Namun, sang suami terus mendampingi istrinya dalam keadaan
apapun dengan setia. Demikian kisah suami yang begitu setia kepada
istrinya, betapa besar cinta dari sang suami untuk istrinya yang dapat
kita ambil hikmah dari cerita ini.
Share to
Facebook Google+ Twitter Digg